Bobblehead Bunny

Sabtu, 17 November 2012

9. Penutup : Kedudukan dan Kiprah Koperasi Dalam Mendukung Pemberdayaan UMKM


REVIEW 9 PENUTUP
KEDUDUKAN DAN KIPRAH KOPERASI DALAM MENDUKUNG
PEMBERDAYAAN UMKM
OLEH     :
Slamet Subandi

IV.                Penutup
Sehubungan  dengan  permasalahan  di  atas,  berapa  issue  yang  layak  untuk didiskusikan;  a)  aksesibilitas  dan  UKM  terhadap  sumber-sumber  permodalan, terutama untuk menghilangkan kesan bahwa masalah permodalan UKMK dapat diselesaikan   melalui  pengembangan Lembaga Keuangan Mikro  saja;  b) Aspek perlindungan  terhadap  koperasi  yang  selama  ini  tertutupi  oleh  semangat globalisasi yang sebenarnya bertentangan dengan UU Nomor 25  tahaun 1992; c) Masalah  kelembagaan  koperasi  yang  antara  lain  diindikasikan  dari  anggapan sekarang  ini  bahwa  koperasi  tidak  berbeda  dengan  jenis  badan  usaha  ekonomi lainnya dan; d) Evaluasi terhadap berbagai program unggulan yang dilaksanakan oleh Kementerian Negara koperasi dan UKM.
Sebagai  bagian  dari  kehidupan  bangsa  pembangunan  koperasi  tidak terlepas dari pengaruh perubahan yang  terjadi di berbagai aspek kehidupan, baik aspek  ekonomi,  sosial,  budaya,  hankam  ataupun  aspek-aspek  lainnya. Realita memperlihatkan  bahwa  perkembangan  koperasi  semakin  redup,  antara  lain disebabkan  perubahan  kebijaksanaan  pemerintah  sebagai  tuntutan  dari  era globalisasi.  Kebijakan  moneter  semakin  memperlemah  koperasi/UKM  untuk mengakses  sumber  permodalan.  Bank  bukan  lagi  menjadi  agen  development  Pemilikan BUMN oleh perusahaan asing bukan lagi hal yang aneh. Subsidi kredit untuk UKM dan koperasi semakin dikurangi.
Jika  koperasi  hanya  dijadikan  sebagai  sebuah  alternatif  kelembagaan dalam mendukung pemberdayaan UMKM,  sedangkan diketahui bahwa koperasi memiliki  banyak  keunggulan  dalam  mendukung  pemberdayaan  ekonomi kelompok-kelompok  miskin,  maka  perlu  dipikirkan  adanya  opsi  lain.  Namun demikian  dalam  pemilihan  opsi  seharusnya  koperasi  dinyatakan  sebagai  suatu sistem  kelembagaan  yang  dengan  kriteria-kriteria  tertentu  dapat  menjadi  soko guru  perekonomian  nasional,  yang  dibangun  oleh  sebagian  besar  rakyat  yang tergolong  dalam  kelompok UKM. Yang menjadi  pertanyaan  berikutnya  adalah bagaimana  memposisikan  koperasi  dalam  Sistem  Perekonomian  Nasional tersebut,  sedangkan  diketahui  sekarang  ini  sagat  banyak  kendala  yang menghambat pengembangan koperasi, terutama dari aspek kebijakan makro yang dipengaruhi  semangat  globalisasi.  Pertanyaan  akhir  yang  perlu  dijawab  adalah “Bentuk  koperasi  yang  bagaimana  yang  seharusnya  dibagun  di  Indonesia  ?” Apakah  Koperasi  Single  Purpose  atau  Koperasi Multy  Purpose  ?  Kedua  jenis koperasi  ini  nampaknya  cocok,  untuk  UKM,  tetapi  harus  disesuaikan  dengan bidang  usaha,  kondisi  ekonomi  dan  sosial  dari  anggota  yang  UKM  dengan beragam jenis kegiatan usaha terutama yang bersifat spesifik daerah.

DAFTAR PUSTAKA
a.       Anonimus,  (2006).  Kumpulan  hasil-hasil  Workshop  Pemberdayaan  Koperasi  dan  UMKM.  Deputi  Bidang  Pengkajian  Sumberdaya  Koperasi  dan  UMKM (laporan sementara belum diterbitkan).
b.      Surya  Dharma  Ali,  (2007).  Komitmen  Pemberdayaan  UMKM  dan  Koperasi. Disampaikan  pada  Seminar  Prospek Usaha Kecil  dan Menengah,  Lembaga Usaha Pengembangan Masyarakat Jakarta.
c.       Nasution Muslimin, (2001). Koperasi, Konsepsi Pemikiran dan Peluang Pembangunan Masa Depan Bangsa.
d.      -------------- ,  (1996).  Membangun  Koperasi  Sebagai  Wahana  Efektif  Untuk Memberdayakan  Perekonomian  Rakyat.  Badan  Perencanaan  Pembangunan Nasional Jakarta.
e.      Ibnu  Soedjono.  Et.al,  (1996).  koperasi  Di  Tengah  Arus  Liberalisasi  Ekonomi. FORMASI, Jakarta

Sumber                                : http://www.smecda.com/kajian/files/jurnal/_9_jurnal_pemberdayaan_ukm.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar